Sejarah Berdirinya Surabaya Jawa Timur

Jelita Blog – Kota Surabaya yaitu ibu kota Propinsi Jawa Timur, Indonesia sekalian jadi kota metropolitan paling besar di propinsi itu. Surabaya adalah kota paling besar ke-2 di Indonesia sesudah Jakarta. Kota Surabaya juga adalah pusat usaha, perdagangan, industri, serta pendidikan di Jawa Timur. Kota ini terdapat 789 km samping timur Jakarta, atau 426 km samping barat laut Denpasar, Bali. Surabaya terdapat di pinggir pantai utara pulau Jawa serta bertemu dengan Selat Madura dan Laut Jawa.

Surabaya mempunyai luas sekitaran 333, 063 km┬▓ dengan penduduknya sejumlah 2. 813. 847 jiwa (2014). Daerah metropolitan Surabaya yakni Gerbangkertosusila yang berpenduduk sekitaran 10 juta jiwa, yaitu metropolitan paling besar ke-2 di Indonesia sesudah Jabodetabek. Surabaya dilayani oleh Bandar Udara Internasional Juanda, Pelabuhan Tanjung Perak, serta Pelabuhan Ujung.

Surabaya populer dengan sebutan Kota Pahlawan karna sejarahnya yang begitu dihitung dalam perjuangan merebut kemerdekaan bangsa Indonesia dari penjajah. Kata Surabaya konon datang dari narasi mitos pertempuran pada sura (ikan hiu) serta baya (buaya) serta pada akhirnya jadi kota Surabaya.

Narasi Rakyat

Sura serta Baya Paling tidak ada tiga info mengenai asal nama Surabaya. Info pertama mengatakan, nama Surabaya awalannya yaitu Churabaya, desa tempat menyeberang di tepian Sungai Brantas. Hal tersebut terdaftar dalam prasasti Trowulan I th. 1358 Masehi. Nama Surabaya juga terdaftar dalam Pujasastra Negara Kertagama yang ditulis Mpu Prapanca. Dalam tulisan itu Surabaya (Surabhaya) terdaftar dalam pujasastra mengenai perjalanan pesiar pada th. 1365 yang dikerjakan Hayam Wuruk, Raja Majapahit.

Baca :

Sewa Mobil Surabaya

Rental Mobil Surabaya

Jasa Seo Murah Indonesia

Tetapi Surabaya sendiri dipercaya oleh beberapa pakar sudah ada pada beberapa th. sebelumnya prasasti-prasasti itu di buat. Seseorang peneliti Belanda, GH Von Faber dalam karyanya En Werd Een Stad Geboren (Sudah Lahir Satu Kota) buat hipotesis, Surabaya dibangun Raja Kertanegara th. 1275, jadi pemukiman baru untuk beberapa prajuritnya yang sudah berhasil menumpas pemberontakan Kemuruhan th. 1270 M.

Versus selanjutnya, nama Surabaya berkait erat dengan narasi mengenai perkelahian hidup serta mati pada Adipati Jayengrono serta Sawunggaling. Konon, sesudah menaklukkan tentara Tartar (Mongol), Raden Wijaya yang disebut raja pertama Majapahit, membangun kraton di Ujung Galuh, saat ini lokasi pelabuhan Tanjung Perak, serta meletakkan Adipati Jayengrono untuk memimpin daerah itu. Lama-lama Jayengrono semakin kuat serta mandiri karna kuasai pengetahuan Buaya, hingga meneror kedaulatan Majapahit. Untuk mengalahkan Jayengrono, diutuslah Sawunggaling yang kuasai pengetahuan Sura. Adu kesaktian dikerjakan di tepi Sungai Kalimas dekat Paneleh. Perkelahian adu kesaktian itu berjalan tujuh hari tujuh malam serta selesai tragis, keduanya wafat kehabisan tenaga.

Dalam versus yang lain sekali lagi, kata Surabaya keluar dari mitos pertempuran pada ikan Suro (Sura) serta Boyo (Baya atau Buaya), perlambang perjuangan pada darat serta laut. Penggambaran pertarungan itu ada dalam monumen suro serta boyo yang ada dekat kebun binatang di Jalan Setail Surabaya Versus paling akhir, di keluarkan pada th. 1975, saat Walikota Subaya Soeparno mengambil keputusan tanggal 31 Mei 1293 jadi hari jadi Kota Surabaya. Ini bermakna pada th. 2005 Surabaya telah berumur 712 th.. Penetapan itu berdasarkan perjanjian sekumpulan sejarawan yang dibuat pemerintah kota kalau nama Surabaya datang dari kata sura ing bhaya yang bermakna keberanian hadapi bahaya.

Updated: January 3, 2018 — 10:28 pm
Jelita Blog © 2018 Frontier Theme